Cara Memulai Usaha Makanan Khas Daerah

Cara Memulai Usaha Makanan Khas Daerah

Bisnis makanan khas daerah menjadi ide yang sangat menarik. Umumnya setiap makanan berasal dari daerah-daerah. Biasanya makanan pada belakangnya ada nama daerah asalnya. Nama tersebut sebuah branding tersendiri. Beberapa contoh makanan khas daerah yakni kue bika ambon, mie bangka, empek-empek palembang, mie aceh, soto banjar, bubur manado, gudeg jogjakarta, coto makasar, bakso wonogiri, nasi rawon surabaya, bandeng presto semarang, papeda maluku, asinan bogor, dan masih banyak lagi. Ketika seorang membeli makanan atau masakan yang ada ciri khas daerahnya maka seseorang tersebut akan semakin mantap.

Berbagai daerah di seanteror nusantara memang kaya dengan aneka jenis makanan. Kekayaan ini mesti selalu dikembangkan untuk bisa dinikmati oleh siapa saja. Tidak hanya dinikmati. Banyaknya makanan khas daerah ini bisa menjadi sumber ide bisnis yang amat cemerlang. Kala kita hendak berbisnis maka ini bisa menjadi ide yang brilian. Membuat usaha makanan khas daerah. Dua model bisnis yang bisa dilakukan yakni pertama menjadi produsen. Pada model ini kita membuat makanan khas daerah. Apakah semua jenis kita buat? Tentu saja tidak. Untuk di awal usaha kita cukup membuat satu macam saja. Tapi kita benar-benar menguasai pembuatannya.

Model usaha yang kedua kita menjadi seorang distributor. Kita hanya menjualnya saja tanpa pernah membuatnya sama sekali. Kita fokus pada penjualan produk makanan khas daerah. Lalu apakah kita bisa membuat dan juga menjual sekaligus? Istilah menjadi produsen sekaligus distributor. Boleh-boleh saja tentunya. Akan tetapi, ketika baru memulai rintisan usaha maka langkah seperti itu sepertinya terlalu berat untuk dijalankan. Namun, tidak ada yang tidak mungkin di atas bumi ini. Ketika anda berkeyakinan dan mantap untuk melakukannya maka hal itu boleh juga dipilih.

Untuk menjadikan usaha makanan khas daerah ini sukses. Maka kita perlu memperhatikan banyak hal. Secara umum baik menjadi seorang produsen maupun seorang distributor semuanya mesti memperhatikan hal-hal berikut.

  1. Menguasai seluk beluk sebuah makanan khas daerah
    Jenis makanan daerah yang akan kita jual mesti harus kita kuasai terlebih dahulu. Terutama dalam bahan-bahan pembuatannya beserta juga proses membuatnya. Hal ini penting sebab kita akan lebih percaya diri dalam membuat maupun menjualnya nanti. Perlu dipelajari secara mendetail. Misalnya hendak menjual nasi gudeg jogjakarta maka kita perlu mempelajarinya sampai rinci.
  2. Menyiapkan modal usaha
    Bagaimana pun untuk bisa membuat atau menjual makanan khas daerah maka kita perlu modal sejumlah uang. Dengan uang atau modal tersebut kita bisa memulai usaha. Mungkin untuk di awal tidak harus mempunyai modal yang besar. Semampu kita dahulu. Jika kurang maka kita bisa mencari alternatif lainnya. Misalnya dengan mengajak kerjasama orang lain yang punya uang. Bisa juga dengan mencari para investor yang baik hati untuk membantu kita. Usahakan tidak berhutang. Sebab hutang bisa menjadi beban psikologis kita. Apalagi, saat di awal usaha.
  3. Memberi merk yang unik
    Keunikan ini tidak menghilangkan nama makanan khas daerah tersebut. Sebagai contoh menjual Gudeg Jogja maka perlu ditambah yang unik. Sehingga menjadi Gudeg Jogja Mbok Nur misalnya. Nama yang unik menjadi nilai tambah tersendiri. Orang lain yang membeli pun akan mudah mengingatnya. Tinggal kita berusaha selalu menjaga nama baik usaha.
  4. Promosikan dengan baik
    Melakukan promosi adalah hal yang mesti dilakukan. Bisa dengan kita memasang baner yang besar atau pun baner yang kecil namun dipasang secara masif. Di berbagai tempat atau pinggir jalan kita pasangi dengan baner kecil tersebut. Dengan berpromosi melalui media sosial pun sangatlah bagus. Bahkan model promosi ini mungkin termasuk cara yang efektif dan efisien. Bila nanti sudah besar usahanya maka bisa membuat web khusus atas usaha kita. Tentu hal ini membuat semakin terpercaya usaha kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*