Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Quraisy

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kabarnya baik-baik saja kan teman-teman pembaca sekalian. Pada hari ini, saat siang hari lumayan panas suhu udaranya. Hingga kami pun perlu memilih menggunakan baju yang tipis saat di rumah. Sehingga tidak terlalu panas dirasakan. Teman-teman, kami akan menuliskan hukum-hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Quraisy. Jumlah ayat dari surat ini ada empat. Semuanya akan kami coba analisis dan sajikan berikut ini. Selamat menyimaknya.

Keterangan atau penjelasan dari nomor-nomor di atas adalah :
Nomor 1 hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 2 hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 3 hukumnya Mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf ra berharakat fathah. Dibaca panjang sampai 6 harakat karena posisinya jatuh sebelum huruf yang diwaqaf.
Nomor 4 hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 5 hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 6 hukumnya Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ra. Cara membacanya dengan jelas.
Nomor 7 hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah syin. Dibaca idgham atau masuk ke huruf syin.
Nomor 8 hukumnya Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
Nomor 9 hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham atau masuk ke huruf shad.
Nomor 10 hukumnya Mad lin karena huruf ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang sampai 6 harakat karena posisinya jatuh sebelum huruf yang diwaqaf.
Nomor 11 hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 12 hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah berdiri dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 13 hukumnya Mad lin karena huruf ba sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang sampai 6 harakat karena posisinya jatuh sebelum huruf yang diwaqaf.
Nomor 14 hukumnya Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham atau masuk ke huruf lam.
Nomor 15 hukumnya Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.
Nomor 16 hukumnya Qalqalah sughra karena huruf qalqalah tha berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan dengan ringan.
Nomor 17 hukumnya Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan dengan 3 harakat.
Nomor 18 hukumnya Mad asli atau mad thabi’i karena huruf jim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
Nomor 19 hukumnya Idgham bighunnah karena huruf ‘ain berharakat kasrah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
Nomor 20 hukumnya Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya dipanjangkan sampai 2 harakat.
Nomor 21 hukumnya Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan hingga 3 harakat.
Nomor 22 hukumnya Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf kha. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.
Nomor 23 hukumnya Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ha’ berharakat fathah. Dibaca panjang 6 harakat karena posisinya jatuh sebelum huruf yang diwaqaf.

Selesailah akhirnya. Cukup bermanfaat bila mana kita gemar membaca analisis tajwid. Akan mengasah kemampuan kita dalam memahami ilmu tajwid. Untuk selanjutnya kita akan bisa membaca ayat-ayat Al-Quran dengan baik serta benar. Sampai di sini dulu teman-teman. Kita akan berjumpa lagi pada kesempatan lainnya. Oh iya, analisis hukum tajwid Surat Al-Quraisy di atas boleh dibagi-bagikan ke teman-teman lainnya lho. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.