Peluang Usaha Budidaya Tomat

Usaha Budidaya Tomat

Peluang usaha budidaya tomat tetap memiliki prospek bagus. Buah tomat merupakan komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori. Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran, bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan, sampai kepada bahan kosmetik, obat-obatan dan bahan baku industri saus. Dengan tehnik budidaya tomat yang baik diharapkan kualitas dan kuntitas produksi tomat dapat ditingkatkan sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Tanaman tomat dapat tumbuh disemua tempat dari dataran rendah sampai datarn tinggi. Hanya saja di daerah basah atau curah hujan tinggi pertumbuhannya kurang baik. Disamping buahnya banyak diserang panyakit, seperti penyakit cendawan dan sebangsanya, sehingga untuk daerah basah dan berudara lembab dianjurkan menanam tomat pada musim kemarau. Selanjutnya tanaman tomat tidak tahan terhadap hujan yang lebat dan tidak suka daerah yang selalu berawan. Tanaman tomat menghendaki iklim kering dengan suhu siang 18 -27 derajat Celcius dan malam hari suhunya derajat Celcius.

Tanaman tomat tidak cocok tumbuh pada tanah yang tergenang air atau tanah yang becek. Untuk pertumbuhan yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur dengan pH 5 -6, tanah sedikit gembur dan banyak mengandung humus serta pengairan yang cukup mulai tanam sampai waktu panen.

Budidaya tanaman tomat membutuhkan penyinaran penuh sepanjang hari untuk produksi yang menguntungkan, tetapi sinar matahari yang terik tidak disukai. Selanjutnya bahwa sinar matahari yang dikehendaki tanaman tomat adalah minimal 8 jam per hari dan curah hujan pada kisaran 750 -1.250 mm/tahun.

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah budidaya tomat dilakukan dengan sistem semi konvensional (10 -15 cm) yang berguna untuk mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan. Lahan yang telah diolah diberikan pupuk kandang.

Pembibitan dan Penanaman
Pembibitan dilakukan dengan menggunakan perbandingan 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang. Setelah 3-4 minggu pembibitan (4 helai daun) maka bibit siap dipindahkan kelapangan. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 0,60 m x 0,75 m.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan untuk menjaga keseimbangan hara didalam tanah sehingga dapat mencapai hasil produksi yang optimal. Selain dilakukan pemupukan melalui tanah maka tanaman tomat juga dilakukan pemupukan melalui daun. Pemupukan melalui daun mempunyai kelebihan jika dibandingkan pemupukan melalui tanah, yaitu larutan hara tanaman yang diberikan akan segera terserap dengan sempurna baik hara makro maupun hara mikro. Umumnya pupuk yang diberikan melalui daun terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Selain keuntungannya, tentu ada juga kekurangannya dari pupuk ini antara lain bila diberikan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman. Tidak baik bila diberikan dalam kondisi hujan karena akan terjadi pencucian unsur hara sebelum diserap oleh tanaman. Konsentrasi pupuk yang digunakan harus sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman, karena jika berlebihan akan menyebabkan tanaman menjadi layu yang akan menyebabkan kematian bagi tanaman.

Dalam budidaya tomat, pengaplikasian hara melalui daun, yang perlu diperhatikan antara lain konsentrasi pupuk dan waktu pemberian yang tepat. Menyemprotan pupuk daun harus dihentikan pada saat tunas baru muncul sebab tunas muda ini sangat peka terhadap pupuk terlebih jika konsentrasi melebihi konsentrasi anjuran.

Pupuk yang digunakan untuk budidaya tanaman tomat adalah urea, TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 250 kg/ha, 150 kg/ha dan 150 kg/ha. Kemudian bibit umur 2 minggu setelah tanam dilakukan penyemprotan pupuk cair Green Agro dan dilanjutkan 14 hari kemudian hingga akhir panen keempat. Interval waktu pemberian pupuk cair ini dianjurkan 1 -2 minggu sekali dengan konsentrasi 20 ml/liter air untuk tanaman semusim.

Kandungan hara pupuk cair ini adalah sebagai berikut :N = 8900 Mg/L, P2O2 = 7000 Mg/L, K2O = 26.500 Mg/L, Mg = 2900 Mg/L, Ca = 7850 Mg/L, Fe = 4000 Mg/L, Mn = 155 Mg/L, Bo = 55 Mg/L, Cu = 55 Mg/L, Zn = 60 Mg/L dan Mo = 3 Mg/L.

Pemeliharaan
Pemeliharaan, meliputi penyiraman, penyulaman, pemasangan ajir, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan Decis dan Dithane M-45.

Pemanenan
Pemanenan dilakukan pada saat buah telah memenuhi kriteria panen yaitu buah telah berwarna kemerah-merahan sampai merah dan bentuknya padat. Panen dilakukan 4 kali dengan interval waktu 5 kali sehari. Buah siap dikemas dan dipasarkan.

Kemudian, bagi yang tidak cukup lahannya, terus bagaimana? Tentu ada masalah juga ada solusinya. Anda bisa menjalankannya dengan menggunakan pot atau polybag yang anda dapatkan dengan cara membuat sendiri, selain hemat lahan juga hemat biaya. Dengan modal kecil anda bisa menjalankan peluang usaha budidaya tomat dari media seadanya.Untuk menambah kesubutan tanah anda bisa menggunakan pupuk kandang atau pupu pabrikan dengan pemakaian sesuai aturan.

Dengan kebutuhan pasar yang setiap harinya di gunakan dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan baik bawah, menengah, atas. COba anda pikir saja, tomat memang dipakai oleh warung makan di pinggiran jalan, kafe yang menyediakan makanan yang berbumbu tomat hingga restaurant juga pastinya membutuhkan tomat. Dengan kebutuhan tomat yang sedemikian besar maka budidaya tomat menjadi satu peluang usaha yang pantas di sebut sebagai peluang bisnis potensial dan menguntungkan.

Analisa Usaha Budidaya tomat

Untuk lebih mudahnya, mari kita lihat perhitungan budidaya tomat menggunakan media pot. Namun dengan catatan pot yang disediakan adalah pot dari barang bekas.

Misalkan anda ingin menanam 100 pot tanaman.
Dengan perhitungan sebagai beriut :
Benih 1 kg = Rp. 2.500
Pupuk dan lainnya = Rp. 1.000.000,-

Modal total = Rp. 1.002.500,-

Pendapatannya:
Berat total panen 100 tanaman @ 10 Kg = 1000 Kg
Pendapatan 1000 Kg x Rp 200 = Rp. 2.000.000,-

Dengan modal seperti itu, yang dihasilkan begitu lumayan. Bisa meningkat keuntungannya tergantung pula dengan harga tomat di pasaran. Semoga artikel di atas bermanfaat untuk Anda para pembaca.